June 20172 min read

Di hari libur kelahiran Pancasila kemarin kami ngajak anak2 jalan2 ke Monas

Di hari libur kelahiran Pancasila kemarin kami ngajak anak2 jalan2 ke Monas. Selalu ingat almarhum papa kalo ke sana, karena hampir tiap minggu diajak beliau main di sana waktu aku kecil.

Kami main sepeda, main drone (yang ternyata dilarang, baru naik sekali udah disamperin satpol pp hehehe), masuk museum belajar sejarah, naik ke puncak Monas.

Selama antri beli tiket, naik lift, turun lift, naik kereta gandeng, aku memperhatikan beberapa hal terkait kebiasaan orangtua dan anak yang cukup memprihatinkan:

1. Anak dijadikan alat buat curang. Jadi ada aja orangtua yang biarin anaknya nyelip2 ngedahuluin orang2 yang lagi antri. Begitu si anak sudah di depan, orangtuanya nyamperin ke depan bukannya ngajak si anak tertib antri, tapi… ikutan nyelak. Dengan alasan si anak udah di situ duluan. 😴 Sadarkah mereka telah mendidik anaknya menjadi pecundang? 😒

2. Anak dijadikan obyek korupsi. Jadi ada aja orangtua yang nyuruh anaknya ngaku2 umur lebih muda supaya bayar tiket masuknya lebih murah. Selisih nggak sampe 10rb sih, tapi tetap aja, itu korupsi. 😴Lagipula kok rela ya korting harga diri demi uang ga sampe ceban? Sadarkah mereka telah mendidik anaknya menjadi koruptor? 😒

3. Anak dijadikan alat intimidasi. Jadi ada aja orangtua yang biarin anaknya merebut teropong yang sedang dipakai orang lain dengan alasan daripada anaknya ngamuk. Sadarkah mereka telah mendidik anaknya menjadi preman? 😒

Anak saya bilang, yah maklum aja namanya anak kecil. Saya bilang nggak, justru kebiasaan baik itu harus dibentuk semenjak kecil. Kalo dari kecil dia melakukan kesalahan nggak pernah ditegur, dia ngga sadar kalo itu salah kan?

Jadi salahnya ada di mana? Ada di orangtuanya yang tidak menegur kalau yang dilakukan anaknya itu salah. Kemarin saya memantau dari jarak dekat dan sama sekali tidak melihat usaha para orangtua itu untuk menegur anak2nya.

Jangan cepat marah melihat kekacauan dan ketidakadilan di negeri ini akibat ulah para pecundang, koruptor, dan penindas… Kalau kamu sendiri masih mendidik anakmu dengan cara seperti itu. Let’s instrospect.

Semoga kita diberi kekuatan dan kearifan dalam mendidik anak2 kita, generasi penerus bangsa. Amin.

#nutsays #nuniektirta (at Monas)