February 20113 min read

Mencintai Alam Dengan Bertamasya

Sejak saya kecil, mama papa sering sekali mengajak saya dan kakak jalan2 ke alam terbuka. Hampir tiap minggu kami keluar rumah untuk jalan-jalan. Paling sering kami jalan2 ke Monas atau Ragunan. Murah meriah, sehat, mendekatkan kami pada alam dan mengajarkan kami untuk menjaga & mencintai lingkungan.


Di masa itu, mall masih sangat jarang dan seingat saya hanya ada Ratu Plaza dan Sarinah. Itupun paling setahun sekali kami ke sana untuk beli baju Lebaran =D Sangat berbeda dengan Jakarta sekarang yang bisa dibilang belantara mall dan hutan gedung pencakar langit. Setidaknya seminggu sekali kami mengajak anak-anak ke mall untuk sekadar makan atau belanja barang. Meski demikian, saya tetap meneruskan tradisi keluarga dengan mengajak anak-anak rekreasi di alam terbuka. Tempat favorit kami masih Kebun Binatang Ragunan dan Monas, plus Taman Situ Lembang.

Untuk ke Kebun Binatang, tiket masuknya tidak sampai 20ribu untuk sekeluarga, sudah termasuk parkir. Bayangkan, kalau ke mall paling hanya cukup untuk parkir. Yang agak mahal mungkin makan, tapi bisa disiasati dengan bawa makan sendiri dari rumah dan gelar tiker di bawah pohon, jadi deh piknik beneran. Asal jangan lupa buang sampah pada tempatnya yaa kalau sudah selesai.

Jika tak ada acara di hari Minggu pagi, coba deh ajak anak-anak bersepeda ke Monas. Biayanya? Paling hanya parkir 5ribu perak. Mereka bisa lari2, main bola, dan main sepeda sepuasnya. Bawa makanan & minuman sendiri biar lebih sehat dan hemat. Jangan lupa sebelum makan cuci tangan ya. Kalau kesulitan cari air bersih, saya menyiasatinya dengan sabun antiseptik, lalu bilas dengan tisu basah atau bilas sedikit dengan air mineral.

Kalau cuaca sedang cerah di sore hari, ajak deh anak2 ke Taman Situ Lembang. Tempatnya di tengah Menteng, dekat Taman Suropati. Masih banyak lho warga Jakarta yang tidak tau taman ini. Sesuai namanya yaitu situ yg berarti danau, ada danau yang dikelilingi taman dengan rumput hijau dan pohon2 besar. Tiap jam 4 sore ada air mancur menari, banyak juga yang memancing ikan di sana. Biayanya? Gratis! Cukup siapin 2ribu perak aja buat abang parkiran :) Jajanan juga murah2 kok di sana, sama kaya abang2 lewat depan rumah aja. Ada bakwan malang, somay, tahu gejrot, es duren, cincau, sate, dan yg paling terkenal nasi gila: nasi campur sosis baso ayam kerupuk.

Anak2 bisa main ayunan & perosotan, atau foto bareng patung jerapah dan dinosaurus.

Atau bisa juga bikin prakarya dengan bahan daur ulang yg bisa dicari langsung di sana, seperti ranting, daun kering, koran/kardus bekas, atau bekas stick es krim! Lihat deh hasil prakarya Michelle, keren kaaannn =D

Nah kalo udah gitu, saya tak segan memberi mereka reward dengan sebuah gulali atau es krim =D Apalagi sekarang cukup beli 5 stick Paddle Pop rasa apa saja bisa langsung dapat 1 DVD Paddle Pop Elemagika on the spot di toko2 bertanda khusus. Dan, bulan Maret nanti bakal beredar yg part 2 lho. Pas banget pula tema filmnya mendukung misi kita sebagai orangtua untuk mengajarkan anak-anak menjaga dan mencintai lingkungan =)

Semoga dengan kebiasaan2 baik yg kita tanamkan sejak kecil untuk cinta lingkungan, dapat membuat anak2 juga mengajarkan hal2 yg sama pada generasi berikutnya. Sehingga puluhan tahun nanti, anak cucu cicit kita masih dapat menikmati jalan-jalan sore di tengah hutan kota yg dikelilingi pohon rindang seperti ini…