August 20152 min read

Thought via Path

Habis dari sekolah anak2 tadi pagi, pertemuan guru dengan orangtua murid baru. Banyak poin yang disampaikan oleh kepala sekolah yang sejalan dengan pandangan saya pribadi, seperti:

1. Bahwa DIDENGARKAN adalah kebutuhan dasar manusia, termasuk tentunya anak2. Untuk itu semua pengajar di sekolah ini selalu berusaha mendengarkan anak2 ketika bercerita atau menyampaikan pendapat (meski kadang ngaco atau ngalor ngidul :))

2. Di sekolah ini, dalam mata pelajaran apapun, tolok ukur keberhasilan sesungguhnya adalah seberapa besar dapat meningkatkan citra diri anak dan membangkitkan gairah belajar secara menyenangkan (bukan ranking!).

3. Ortu agar membatasi diri untuk tidak terlalu banyak mendampingi anak atau hilir mudik di sekolah. Beri kepercayaan pada anak untuk mengatasi segala keperluannya sendiri (biarkan anak belajar mandiri!).

4. Ketika ada tawaran darmawisata ke Singapura, kepala sekolah dengan tegas menolak meski harganya murah sekalipun. “Lebih baik ke Bali atau Malang, atau kota2 lain di Indonesia, supaya anak2 lebih mengenal negerinya dahulu. Kalau itu saya setuju.” (Sementara itu, ibu2 di sekolah si kakak yg dulu pada komplain karena kepseknya tiba2 bikin pengumuman wisata ke Singapura 2 bulan lagi dgn biaya 6jt per anak).

5. Bila ada masalah antar siswa, laporkan dan percayakan pada guru dan kepala sekolah. Jangan memukul anak! Bila terjadi, anak dari orangtua yang memukul akan DIKELUARKAN dari sekolah.

Dan masih banyak lagi. Ini bukan cuma lip service tapi memang benar2 dijalankan di sekolah. Terbukti M&V senang & semangat ke sekolah. Terutama kk M yg beda banget dulu kalau mau ke sekolah kurang semangat, sekarang semangat banget! Ohya, dia bahkan langsung dipilih jadi wakil ketua kelas :)

PS: Sebelum ditanya; saya sengaja tidak menyebutkan nama sekolah demi keamanan dan privasi anak2. with Natali – Read on Path.