
Kemarin pagi2 whatsapp guru sekolah si kakak karena terdapat inkonsistensi standar jawaban pada nomor 2 & 8. Nomor 2 kalau dilihat dari sudut pandang Niko okelah jawaban si kakak salah, yg benar apotik. Tapi kalau begitu kenapa yang nomor 8 salah?
Kemudian bu guru bilang bahwa untuk nomor 8 yang benar jawabannya pasar karena ketiga bangunan sejajar itu menghadap ke jalan. Sampai sekarang saya masih belum mudeng kenapa beda. Karena panduan kiri kanan itu tergantung dari sudut pandang mana kita melihatnya. 😅
Jadi ingat waktu terdampar di pulau Karimun Jawa, berbekal selembar kertas berisi peta sederhana yang digambar tangan oleh turis mancanegara, saya dan seorang kawan menjelajah pulau indah itu dengan sepeda motor sewaan, dari ujung ke ujung. Karena tidak membawa kompas, kami mengandalkan sinar matahari dan berpatokan pada bayangan untuk menentukan arah. Saya takjub dengan kemampuan spasialnya.
Kawan saya bilang, cara orang jawa nunjukin arah dengan patokan mata angin ngalor ngidul ngetan itu udah paling bener, karena matahari itu jelas letaknya. Kalo cuma ngandelin kiri kanan bisa salah, kan nggak ada patokan yg pasti seperti matahari. Makanya, panduan sesuai arah mata angin itu udah yang paling akurat.
Benar saja, andaikata standar baku pengajaran membaca peta sejak SD adalah dengan mengandalkan arah mata angin dan bukan kanan kiri maka seharusnya tidak muncul kebungungan yang dirasakan oleh si kakak dan mamanya ini :))
Sabtu, 03 Oktober 2015
Nuniek Tirta -yg kesulitan baca peta-