Dosenku yg dokter spesialis kejiwaan kemarin cerita salah satu contoh kasus fobia yg pernah dia tangani. Wanita usia 20an fobia sama uang, literally. Dia takut dan jijik banget kalau lihat uang, mau kertas atau receh sama aja. Kebayang kan repotnya hidupnya.
Setelah beberapa kali sesi konsultasi, akhirnya ditemukan penyebab utamanya. Behold, parents…
Jadi, waktu wanita itu masih TK, ibunya terlambat jemput dia di sekolah. Cukup lama, sampai dia nangis ketakutan dan merasa diabaikan. Begitu ibunya datang, nangisnya makin menjadi karena perasaannya bercampur antara marah, kesal, sedih, tapi juga lega.
Ibunya, pastinya juga sedih sih karena terlambat jemput dan melihat anaknya menangis. Tapi menghadapi anaknya menangis histeris, mungkin juga jadi terpancing emosinya. Dan inilah kalimat pemicu yang menyebabkan fobia itu:
“Sudah jangan nangis, mama lama kan karena cari uang buat kamu juga”
((Cari uang)) Sounds familiar??
Jadi, anak kecil itu langsung mempersepsikan uang itu adalah saingan dia dalam mendapatkan perhatian dan kasih sayang ibunya. Sejak itu dia benci dan jijik sekali dengan uang, hingga bertahun-tahun kemudian.
What a reminder for us as parents to be careful on picking words to say to our kids.. with Natali – Read on Path.