June 20141 min read

Thought via Path

Shit happens. Literally happened.

Baru mau berangkat, si adik nginjek pup puppy tetangga yg pup sembarangan persis di depan rumah.

Reaksi anak-anak? Ketawa geli. Si adek ketawain diri sendiri, si kakak ketawa lebih kenceng sambil nunjuk2 kaki si adik.

Reaksi orang dewasa: Mommy dateng dengan ekspresi jijik. Anak2 yg tadinya ketawa2 pun langsung jadi ikut jijik. My bad :|

Sampai di mal, si kakak kepeleset jatuh krn jalan menurun dan licin dgn cairan semacam oli. Kaki & tangannya jadi hitam & kotor semua.

Reaksi anak-anak? Si kakak langsung berdiri dan bilang: “nggak apa2” sambil nyengir. Si adik meski meringis tapi kelihatan nahan ketawa.

Reaksi orang dewasa: Mommy tanya “sakit nggak?”, dia jawab “nggak”. Mommy bilang, nggak apa2 kalau sakit bilang sakit supaya diobatin; mommy nggak bakal marah hanya karena dia jatuh. Dia bilang, “sedikit aja”, tetep sambil nyengir.

Liat dia nyengir dan adiknya nahan ketawa, mommy jadi pingin ketawa. Mommy langsung niruin orang2an sawah dan bilang, “Now you look like scarecrow”. Kita bertiga pun ketawa ngakak.

So yeah, shit happens. And this morning I learned from kids on how to react in different way, again :) – Read on Path.