Seorang teman berkomentar, kehidupan saya begitu sempurna. Komplit, katanya. Karena kami berteman di sosial media, nampaknya ia melihat hanya dari apa yg saya tampilkan di path, twitter, facebook. Terutama di saat akhir pekan, ketika saya sekeluarga kerjaannya jalan2 seperti tidak ada beban kehidupan :))
Ya, sosial media adalah panggung. Tempat di mana kita bisa menampilkan apa yg kita ingin orang lain lihat. Namun apa yg terjadi di balik layar, tentu tak sesempurna apa yg ada di atas panggung. Apalagi di masa2 tidak punya pembantu seperti sekarang ini. Dan berikut inilah cerita kehidupan nyata saya di balik layar, yang tidak banyak terlihat di panggung sosial media. Bukan karena tidak mau dilihat, tapi benar2 karena tidak sempat :p
06:00 Bangun pagi, sikat gigi & cuci muka, menyiapkan sarapan & bekal untuk suami & anak2, menyiapkan keperluan mereka hingga berangkat kerja & sekolah.
07:00 My favorite time of the day. Sarapan bareng anak kedua, kemudian kerjasama mengerjakan pekerjaan rumah tangga: membereskan kamar, menyapu rumah, mengepel lantai (karena rumah saya 2 lantai, jadi selang seling. Hari ini pel atas, besok pel bawah, dst.), memasak nasi, masih ada waktu & tenaga dilanjutkan dengan menata ulang interior atau sudut yang kurang rapi.
08:00 Cooling down di perpustakaan mini dan mengajarkan anak kedua pelajaran hari itu sambil mengisi air hangat. Lalu mandi bareng dan bersiap2 berangkat ke sekolah.
09:00 Mengantarkan anak kedua ke sekolah dan menunggui hingga ia masuk kelas. Lalu kembali ke rumah, mulai bekerja untuk tugas2 kantor (sebagai Network Relationship Manager di Octovate Group Asia), tugas2 komunitas (sebagai inisiator #Startuplokal), tugas2 bisnis (sebagai pemilik Hamilcantik.com), dan tugas2 pribadi (sebagai influencer/blogger).
12:00 Makan siang dengan lauk dari catering sambil menyiapkan bekal makan siang & minuman untuk anak2 (Kalau tugas2 lagi banyak, kadang tidak sempat makan siang, jadi dibawa saja untuk dimakan di sekolah anak2). Lalu menjemput si adik ke sekolah kemudian langsung ke sekolah si kakak. Kadang naik mobil, kadang naik angkot. Biasanya kalau naik angkot, si adik suka tidur dan saya harus menggendongnya turun dari angkot sampai masuk ke dalam sekolah.
13:00 Pulang ke rumah, ganti baju & bersih2, makan siang (kalau tadi tidak sempat makan di sekolah / di jalan), cooling down di perpustakaan mini anak2 sambil mengajarkan mereka mengerjakan PR. Tiap anak rata2 ada 2-3 PR harian, tapi untuk siang hari yg wajib dikerjakan cukup 1 dulu (Namun seringnya si adik langsung tuntas mengerjakan 3 PR sekaligus). Setelah itu, baru mereka boleh bermain di dalam rumah. Dengan perjanjian, setelah bermain wajib dibereskan kembali.
14:00 Sambil mengawasi mereka bermain, saya kembali mengerjakan tugas2 kantor/komunitas/bisnis/pribadi di depan ipad/laptop/komputer.
16:00 Waktunya beres2 dan mandi! Sementara anak2 membereskan mainan, saya menyiapkan air hangat untuk mandi. Lalu ketika anak2 mandi, saya menyempurnakan yg mereka bereskan, dan menyapu lantai lagi. Kemudian saat anak2 selesai mandi & berpakaian, gantian saya yg mandi.
17:00 Another favorite time of the day! Setelah semuanya rapi & bersih, kami bertiga nonton Youtube bareng sambil makan malam (saya biasakan anak2 sudah makan malam sebelum jam 6 sore jika tidak ada acara). Apa yang ditonton? Pelajaran anak2 :D Misalnya si kakak ada PR Mandarin tentang anggota keluarga, saya carikan video tentang anggota keluarga dalam bahasa Mandarin di Youtube. Atau si adik ada hafalan lagu untuk tampil di acara sekolah, saya carikan lagunya di Youtube dan kami nonton sambil nyanyi sama2 :)
18:00 Story time! Tiap anak boleh pilih 1 buku untuk dibacakan (jika tebal, cukup 1 bab saja). Di sini sering terjadi celetukan lucu hasil pemikiran anak2 terhadap cerita yang dibacakan :)) Selesai baca cerita, waktunya stiker kebaikan! Jadi, anak2 dipersilakan cerita, telah berbuat baik apa saja hari itu. Jika telah berbuat baik, mereka berhak mendapatkan 1 buah stiker kebaikan untuk ditempelkan di bukunya. Setelah selesai menempel, mereka wajib planning, merencanakan stiker mana yang akan mereka tempelkan besok :D
19:00 Waktunya tidur! Saya usahakan mereka tidak tidur siang supaya bisa tidur cepat malamnya, agar besoknya tidak kesiangan. Sambil menunggu mereka tertidur, dalam keadaan semua lampu dimatikan, saya kembali mengecek email dan mengerjakan tugas2 yg belum terselesaikan melalui ipad/handphone.
20:00 Biasanya suami sudah sampai rumah. Saya menyiapkan makan malam dan teh hangat, menemaninya makan sambil mengobrol. Sebisa mungkin tanpa gangguan gadget, dan tetap di ruang makan agar obrolan tidak terganggu oleh siaran televisi.
21:00 Di antara sekian banyak pekerjaan rumah tangga, saya menyisakan 2 pekerjaan rumah untuk suami. Itu adalah cara untuk membuat kami sama2 merasa ada teamwork dalam rumah tangga. Sehingga saya tidak merasa capek sendiri, dan suami juga merasa mampu memberikan kontribusi. Tugasnya adalah mencuci piring, karena selain hasilnya selalu paling bersih, tugas ini yg selalu dia pilih ketika saya memberikan pilihan. Itu tugas yg harus dilakukan setiap hari. Tugas kedua adalah optional: menjemur atau menyicil setrika pakaian yg menumpuk. Ini tidak harus dilakukan setiap hari, dan lebih ringan dibanding mengepel lantai (lagipula soal menyapu & mengepel lantai, saya selalu paling bersih :p).
22:00 Me time :) Setelah pakai cream malam & body lotion, saya merebahkan diri di tempat tidur sambil baca2 artikel di Flipboard, Stumble Upon, BuzzFeed, Tumblr. Biasanya saya baru tidur jam 12 malam, kadang sampai jam 2 jika keasikan baca atau brainstorm tengah malam.
Jadi, begitulah keseharian saya di hari biasa. Tentu saja, tidak setiap hari terjadi persis seperti yg saya tulis. Ada kalanya saya harus bolak balik ke rumah sakit menjenguk adik, ada kalanya saya harus menunggu anak pertama bimbingan, ada kalanya saya harus menghadiri acara penting, dll.
Dan tentu saja tidak setiap hari semuanya berjalan lancar. Ada kalanya anak2 ribut, ada kalanya tugas kantor menumpuk, ada kalanya partner tidak performing, ada kalanya customer complain, ada kalanya client demanding, ada kalanya atap bocor atau insiden seperti anak jatuh atau tertimpa kasur.. (Yes, ini kejadian beneran).
Satu hal berharga yg bisa diberikan oleh pasangan: penghargaan. Nggak usah muluk2 berharap pasangan membawakan makanan kesukaan atau menanyakan ‘how was your day’ deh, pulang ke rumah on time dengan pelukan, tanpa ada pertanyaan2 (kenapa cucian numpuk, kenapa oatmeal bekas sarapan belum dibersihkan, kenapa tv dipindahkan, dll.), itu saja sudah membuat kami merasa cukup dihargai kok :)