
FB memory muncul membawa catatan harian 9 tahun lalu, masa2 jadi ibu rumah tangga dengan 2 BATITA dan butik online yang dikelola tanpa bantuan baby sitter ataupun pembantu rumah tangga. Heran juga kok aku bisa.
😅
Tapi luar biasa strugglenya, nyaris hilang kewarasan karena banyaknya kerjaan ditambah dua anak yang jarak usianya 16 bulan itu suka ribut dan rebutan buat cari perhatian.
😅
Hubungan dengan suami pun kurang baik karena jarak ekspektasi dan realita yang kejauhan, komunikasi yang memburuk karena sama2 emosian.
😅
Pernah kabur dari rumah tepat di hari ultah sambil gendong bayi 6 bulan naik taksi jam 4 pagi ke rumah teman karena sakit hati dibentak suami waktu si anak rewel.
😅
Aib? Bukan, itu semua pelajaran. Aku menulis ini supaya kalian tahu bahwa untuk mencapai tingkat kedamaian dan kebahagiaan selalu ada prosesnya.
😅
Kadang prosesnya panjang dan berliku, kadang pendek dan singkat waktu. Yang terpenting dari semua itu: penerimaan (acceptance).
😅
Accept the situation, accept imperfections, and most importantly: accept ourselves. Our real self. It’s okay to be not okay sometimes.
😅
Jadi kalau sekarang kalian melihat kami mesra dan romantis seperti foto ini, (which is real dan bukan pencitraan), itu karena kami telah dibentuk melalui proses dan tunduk sesuai kehendakNya.
😅
Jangan kecil hati dan jadi depresi ketika keadaanmu belum seindah kebahagiaan orang lain. Buat apalah berkompetisi dengan kebahagiaan orang lain, nggak akan ada habisnya. Di atas langit masih ada langit!
😅
Jangan membandingkan bab hidupmu saat ini dengan bab hidup orang lain, sebab kamu juga nggak tau kan kepahitan apa aja yang dilalui untuk mencapai babnya yang sekarang?
😅
For those who are still striving: hang on, embrace the moment. Trust that one day you’ll find your peace of mind and feel the real happiness.
😍
With love, Nuniek Tirta Sari 😘
#nutsays #nutsthought #love #nutsdiary #nutsluv #nutslyfe #marriage #husbandandwife #couple #couplegoals #therealmarriagelife (at Walking Drums)