
Dari kecil aku udah cita2 jadi wanita karir. Usia 9 udah tau mau mulai dari mana: jadi sekretaris. Pertimbangannya: semua kantor butuh sekretaris.
Lulus SMP ngga mau masuk SMA, maunya SMK jurusan sekretaris. Lulus SMK ngga mau ikut UMPTN, maunya tes Akademi Sekretari Tarakanita.
Di usia 20 cita2 tercapai, aku diterima kerja bahkan sebelum resmi lulus kuliah. Hari terakhir ujian itu sekaligus hari pertama kerja, gajinya satu juta rupiah.
Sebelum pacaran sama suami, pernah hampiiirrr diajak nikah sama orang lain tapi mentok di: “I’ll never sacrifice my career just because I’m married!”.
Sombongnya, nona muda 😂
Kenyataannya beberapa tahun kemudian ga sengaja ketemu orang itu di mall, pertanyaan pertama yang dilontarkannya tentu saja: “kerja di mana?”
Sementara… tangan kananku gendong anak 1 tahun, tangan kiri gandeng anak 2,5 tahun. Menurut ngana? 😂 And then he was like.. 🤭 Well, yeah. 💁🏻♀️
Merasa perlu menjelaskan aku terpaksa berhenti kerja karena masalah kesehatan anak, tetap ekspresi wajahnya amazed and disbelief 🤨 Oh, well. 🤷🏻♀️
Punya anak mengubah rencana hidup banyak orang, terutama wanita. Even for strong-willed woman like me 🙋🏻♀️ I give up my career for my children & family.
Did I regret it? No.
But honestly while attending grand opening ceremony of @joycare.jakarta daycare for @sinarmas_mining employees, I got myself wondering:
“If only my office provided the same facility to the employees back then, would it be a whole different story?”
🤔
#nutstory #nutsevent #nutslyfe #nutsplace #nutsdiary #daycare #daycaresudirman #daycarejakarta #joycare (at Sinarmas MSIG Tower)
https://www.instagram.com/p/B7rPxSghkPg/?igshid=1gdknwkoqhj4s