June 20192 min read

Waktu cerita ke anak2 soal drone yang hilang akibat nabrak bukit…

Waktu cerita ke anak2 soal drone yang hilang akibat nabrak bukit, anakku tanya kenapa aku kok ketawa2 dan bukannya marah.

Aku nggak marah karena nggak bakal balik lagi juga, keadaannya sudah tidak bisa diubah DAN tidak dilakukan dengan sengaja.

KECUALI kalau misalkan sudah dikasihtau jangan dilakukan tapi masih tetap dilakukan, nah itu baru aku marah. Karena itu berarti SENGAJA.

Jadi ingat waktu anak2 kecil dulu kami nonton Wild Discovery, adegannya singa memangsa rusa. Komentarnya adalah: “mommy, singa itu jahat ya?”

Aku bilang tidak, sebab singa itu tidak tau apa yang dia perbuat itu jahat atau tidak karena hewan kan tidak punya akal budi seperti manusia.

Yang singa lakukan adalah naluri hewani semata untuk bertahan hidup di alam rimba yang tidak mengenal bagus atau buruk, baik atau jahat.

Menurutku perbuatan jahat adalah ketika tahu itu salah dan tetap dilakukan secara sadar dan SENGAJA, apalagi kalau sudah diperingatkan sebelumnya.

Lebih jahat lagi kalau justru marah ketika diperingatkan kesalahannya dan malah membuat yang memperingatkannya jadi seperti orang yang bersalah.

Ketika dijahati, apakah kita boleh marah? Tentu boleh. Ketika marah karena dijahati, apa berarti kebahagiaan kita bergantung oleh orang itu? Tentu tidak.

Coz the greatest opposite of happiness is not sadness; but disappointment. And the direct opposite of love is not hatred; but ignorance.

#nutsays #nutsthought #nutslyfe #nutstyle #nutstrip #nutsmykonos #mykonos #greece #cylades #island (at Little Venice, Mykonos, Greece)
https://www.instagram.com/p/ByK7_nXBZef/?igshid=ourhsicnohrr