
Aku ga pernah bisa relate dengan kalimat2 ini:
“Biar miskin asal bahagia.”
Seolah2, “jika ingin kaya maka harus merelakan kebahagiaan”.
“Makan ga makan yg penting ngumpul”
Seolah2, “ayo kumpul meskipun kelaparan ”
“Mending nangis di Mercy daripada di bajaj”
Seolah2, “aku rela menggadaikan kebahagiaan demi kekayaan”.
I mean…
Kenapa harus membatasi diri dengan pilihan yang susah?
Kenapa berpikir untuk bahagia harus pakai jalur melarat?
Kenapa berpikir untuk sejahtera harus mengorbankan bahagia?
Iya ngerti, mungkin maksudnya hanya sekedar menghibur diri.
Tapi kalau aku, lebih memilih untuk menghibur diri pakai jalur mimpi.
Bisalah sejahtera dan bahagia.
Bisa dong kumpul2 makan2.
Bisa nih ketawa2 di Mercy.
Dan perlahan, apa yang dulu bernama impian, satu persatu terwujudkan menjadi kenyataan.
Bagaimana bisa kejadian, kalau mau mimpi saja tidak berani, dan baru embrio mimpi sudah diaborsi?
#nutsays #nutstory #nutswisdom #nutslyfe #nutsfamily #nutshome (at Mandira’s Garden)
https://www.instagram.com/p/CnMORCMBXa4/?igshid=NGJjMDIxMWI=