
Kemarin, si kakak jadi guru si adik belajar bahasa inggris pakai papan tulis. Setelah sejam belajar mengajar, si adik terlihat lesu dan si kakak malah menangis tersedu sampai bilang, “Aku ga mau ajarin Vica lagi!”
Si adik datang mengadu. Katanya, pelajaran yg diajarkan si kakak susah. “I don’t know how to do it mom, it’s difficult. I’m confused Michelle gets angry with me”, katanya dengan raut wajah sedih. Memang aku dengar sendiri, si kakak mengajarkan tenses, past present future. Sesuatu yg masih asing buat Vica yg baru kelas 1 SD.
Si kakak masuk ke kamarnya, sanctuarynya, masih terlihat kesal. Aku dekati dia dan validasi feelingnya. “You must be sad or upset that you cried like that. Wanna tell me what happened?” Dia menjawab, “Yes, Vica didn’t do what I told her to do.” “Do you know why?” “I don’t know. She just didn’t want to do it.” “Hmm. I think I know, because she just told me why.” “Why?”
“Gini. Kalo Michelle diajarin pelajaran bahasa inggris untuk kelas 5, kira2 Michelle langsung bisa ngga?”
“Ngga”
“Kenapa?”
“Ya kan aku baru kelas 3”
“Exactly! Nah, tadi yg Michelle ajarin ke Vica itu kan pelajaran Michelle, padahal Michelle udah kelas 3, Vica baru kelas 1.”
“Trus, Michelle tau ngga kenapa harus ke sekolah tiap hari, kenapa ngga seminggu sekali atau sebulan sekali aja?”
“Ya supaya pinter”
“Iya, artinya, belajar sekali aja gak cukup kan. Harus berulang2 baru paham. Nah, tadi kan Vica baru diajarin sekali, jadi wajar kalau dia belum paham.”
“Ya udah deh aku ga mau jadi guru lagi. Susah!”
“Hmm… It’s not a solution. Kalau sekali gagal langsung nyerah itu bukan fighter, bukan winner namanya. Harus dipikirin gimana solusinya. Misalnya nih, pakai buku pelajaran Vica, atau buku Michelle waktu kelas 1.”
Hari ini, si kakak semangat mengajar lagi. Dia bilang, “I never give up!” Ia benar2 mendengarkan saran mommy kemarin, dan mengajar dengan buku bahasa inggris adiknya. Kebetulan, lusa si adik ulangan bahasa inggris. Jadi lumayan, tugas mommy diringankan :D Sambil melipat pakaian, mommy diam2 mendengarkan. Lalu senyum bangga waktu melihat ilustrasi yg dibuat “bu guru” pada foto di atas :)
Selfnote:
Dari kejadian ini mommy juga belajar dan diingatkan lagi untuk lebih bisa memahami kalau mereka ngga bisa langsung mengerti ketika diajari. Intinya: supaya lebih sabar lagi. Thank you, M&V, my lifetime guru. – View on Path.