
Tulisan Mad di bawah ini penting direpath supaya “Dinda anti bumil” dan teman2nya sadar. Kalau belum sadar, semoga saja Tuhan tidak memberikan anugerahNya ke janin mereka, untuk mencegah kerusakan generasi yg lebih parah lagi di bumi ini. Amin…
Ps: pic repath from banyak orang.
————————————–
Kak Dinda yang terhormat,
Kita gak saling kenal sih kak. Tapi kita sama-sama manusia (eh wait, you are a human right? Just to make it clear. No offense.)
Gue bukannya mau ikut campur sih kak, tapi I really feel sorry for your sense of humanity kak. Banyak yang ngomong dan cerita kalo kualitas kemanusiaan orang-orang beberapa dekade ini menurun, tapi ini gue baru ngebaca langsung :(
Iya ngerti kok kak, kakak capek gitu berdiri selama di KRL yang lamanya mungkin berhari-hari (or was it few minutes? Hours? Gak tau, gak pernah naik kereta) tapi at least kak, kakak berdiri menopang diri sendiri, sementara ibu hamil berdiri menopang 2 nyawa kak. Belum lagi hormon, mual karena kehamilan, pregnancy bladder pain dan rasa pengen kencing terus-terusan. Gue gak pernah hamil sih kak, but I can imagine 9 months of struggle untuk membawa kehidupan baru di dunia. Lagian kak, apa ini terjadi setiap hari kak? Every single day?
Kakak mungkin mau ngomong “ah lo gak pernah ngerasain sih berdiri gini, gak usah ngomong”, bener kok kak. Tapi I’m pretty sure almoat 150 friends in my path ada yang pernah ngalamin hal yang sama tapi their feel, sense, of humanity yang bikin mereka perhaps berpikir. Kalo kakak butuh konsultasi gimana mereka handle situasi seperti ini, I’d love to introduce you to them. Kasih tau aja kak, nanti kami yang nyamperin kakak jadi kakak gak perlu berdiri di kereta.
Kak, if we want to make this world a better place to live, everyone has to be involved. And we reall do need to make this world better.
Regards,
Achmad Alkatiri
Orang Ambon – View on Path.