
Sehari-hari di rumah Bali, aku biasanya bangun paling pagi, antara jam 5-6 WITA, diikuti oleh anak2ku sekitar jam 6an.
Suamiku biasanya bangun paling “siang”, jam 7an WITA. Setelah suami bangun dan turun, kami sarapan bersama.
Apakah berarti suamiku lebih pemalas dibanding aku dan anak2? Tentu tidak. Sebaliknya, ia pekerja keras (dan cerdas!).
Dulu di rumah Jakarta, aku juga sering bangun siang. Biasanya antara jam 6-9 pagi eh siang :) Apa jadi pemalas? Ngga juga.
Selama ngga merugikan atau mengabaikan kewajiban, sah2 aja sih dengan pilihan bangun pagi atau siang. Kurang2in deh stereotyping 🙂
Kamu tim #bangunpagi atau #bangunsiang ? Kenapa? 😊
PS: slide terakhir bersumber dari dan milik @tirtoid 🙂
#nutsask #nutsthought #nutslyfe
https://www.instagram.com/p/CUxTosqBP8-/?utm_medium=tumblr