
Shelf Story
Di rumah mama papaku dulu ada satu rak kayu yang waktu aku kecil kelihatannya gedeee banget. Rak itu hampir selalu penuh. Isinya: gula pasir, mie instan, beras, minyak goreng, tepung terigu, dll.
Bukan, itu bukan stock makanan sebulan. Itu adalah barang dagangan mama di toko kelontongnya yang dibuka di bagian teras rumah berukuran 37,5 m2 (yes itu luas rumahnya, bukan luas terasnya 😊)
Jalan depan rumah mama papa bukan jalan raya, tapi gang setapak yang cuma muat satu motor lewat. Kalau ada orang papasan sama motor, salah satu harus mau minggir atau ketabrak 😂
Jujur dulu aku paling males layanin orang beli 😂 Lagi enak2 makan harus layanin orang beli minyak tanah seliter, atau beli es orson padahal lagi puasa, atau rokok sebatang dinyalain di depan muka 😷
Anyway, kata mama, rak itu dulu rak loker karyawan hotel Aryaduta, tempat papa pernah bekerja sebagai pelayan restoran. Mungkin karena udah tua, diobral untuk karyawan, dan dibeli oleh alm. papa 👴
Hari ini, rak itu aku adopsi. Kutempatkan di ruang tamu sebagai center of attention. Kupenuhi dengan tanaman, hiasan, foto kenangan, piagam penghargaan. Senyum sendiri lihat hasilnya jadi secantik itu 😍
Kuceritakan ke anak2ku sejarahnya dan betapa berjasanya rak itu sebagai display barang dagangan. Karena berkat toko kelontong itulah saat papa di-PHK, aku & @rinakusumanayzay ngga putus sekolah ☺️
#nutstory #nutshome #nutslyfe
https://www.instagram.com/p/CBTTRboh-MU/?igshid=1tb5dz7gvnytk