Peringatan: posting ini agak sangat narsis, bear with me ya :D
Bukan GR atau ke-PD-an, tapi belakangan ini saya semakin sering mendapatkan pujian mengenai penampilan, yang jujur cukup sangat bikin tersanjung stadium IV. Gimana nggak tersanjung kalau dengar pujian seperti ini…
“Mas, istrinya makin cantik aja sih. Hati2 direbut orang lho!” ~ rekan kerja suami, sukses bikin orang sekantor nengok :p
“Tiap saya ketemu mbak lagi kok rasanya pasti selalu bertambah cantiknya. Apa rahasianya sih mbak?” ~ indiepreneur, di tengah2 meeting
“You always wear nice clothes” ~ greyish blue eyes guy, BBM tengah malam
“Sekarang kan dirimu yg lagi shining2nya, apa dia (suami) nggak gantian jadi insecure, gitu?” ~ a guy from silicon valley company
“You have a pleasant personality and charming beauty. Perfect combo.” ~ a friend :)
… Dst dsb, yang kalau diingat2 bisa bikin senyum2 sendiri :)
Ya, saya menyadari saat ini sedang berada dalam kondisi prima, fit dan stylish. Bahkan bagi beberapa orang, penampilan saya dibilang “mengintimidasi” alias bikin minder. I said, “If you are intimidated by my sophisticated appearance, then you definitely need to question your own self confidence.“ One thing they should know: everyone has a backstage life that is rarely exposed.”
“One reason we struggle with insecurity: We’re comparing our behind the scenes to everyone else’s highlight reel.”—Steven Furtick *PS: I found this writing on draft folder. Wonder what kept me holding this from publish button :)