May 20107 min read

Arti Sebuah Blog: Dahulu, Kini, dan Nanti (Part 3 of 3)

(Sebuah Catatan dan Harapan)

Oleh Nuniek Tirta Sari

Tulisan ini adalah bagian terakhir dari trilogy Arti Sebuah Blog: Dahulu, Kini, dan Nanti.

ARTI SEBUAH BLOG: NANTI

Pertanyaan pertama : “Buat apa sih ngeblog? Nggak dibayar juga.”

Pernah dapat pertanyaan itu? Oh, saya pernah banget. Terutama waktu awal2 ngeblog tahun 2002 lalu, saat jumlah blogger di Indonesia masih bisa dihitung dengan jari (literally!). Atau mungkin yang ini:

Pertanyaan kedua: “Nggak takut identitasnya dilacak orang?”

Maklum, di Indonesia awal 2000an kan narsis di dunia maya masih bisa dibilang tabu. Nickname dan nama blog saja masih jarang yang pakai nama asli (kecuali enda-aseli :p). Foto yang beredar pun masih sebatas milik pejabat dan selebritas.

Lalu, apa jawaban saya saat itu?

“Sebagai bahan refleksi di kemudian hari. Nggak ada ruginya kok, malah banyak untungnya. Selama nggak merugikan orang lain, nggak melanggar hukum, norma, dan susila, kenapa nggak?“

Jika pertanyaan yang sama dilontarkan kepada saya saat ini, jawabannya tentu bukan hanya itu. Karena terbukti banyak sekali manfaat yang saya dapat selama 8 tahun ngeblog.

Menjawab pertanyaan pertama. Buat saya, blog memang tidak (atau belum?) menghasilkan uang secara langsung. Pernah sih, postingan blog ini berhasil memenangkan sebuah Blacberry Bold dari XL dan Menkominfo. Tapi ada manfaat lain yang jauh lebih besar nilainya dari sekadar materi: pertemanan, networking, pengetahuan, personal branding, reputasi, bahkan cinta sejati. Semua itu secara langsung maupun tidak, membantu saya naik ke kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya.

Menjawab pertanyaan kedua. Sekarang sudah bukan jamannya lagi bersembunyi di balik alias. Semua orang ingin tampil di ranah online dengan identitas jelas. Siapa sih yang tidak punya account facebook? Kita bisa dengan mudah mencari siapapun di sana. My mom saja baru2 ini berhasil menemukan kawan lamanya di Belanda yg sudah terpisah lebih dari 25 tahun lalu! Justru, sekarang ini kita harus tampil di dunia maya khususnya social media, agar orang lain tahu potensi dan kemampuan diri kita.

On top of that, ada satu manfaat ngeblog yang mungkin orang lain tidak sadar atau bahkan tidak tahu: INVESTASI. Bukan dalam bentuk uang, namun pikiran. Saya menyebutnya dengan MINDVEST. Ketika ngeblog, kita mencurahkan pikiran untuk mengcapture apa yang ada dalam benak kita saat itu. Entah ide, pandangan, perhatian, perasaan, kejadian, atau apapun yang kita rasa perlu untuk dituliskan dalam sebuah blog. Dan seperti sifat investasi pada umumnya, hasil yang diperoleh tidak dirasakan saat itu juga, tapi butuh waktu. Nah, waktulah yang akan menjawab, apakah investasi yang kita tanam itu menuai untung atau rugi.

Analoginya seperti foto. Sebuah foto mengcapture moment, yang mungkin tidak akan terulang lagi. Sesaat setelah difoto, kita mungkin merasa biasa2 saja. Tapi ketika foto itu dilihat lagi bertahun2 kemudian, barulah kita merasakan sesuatu. Entah senang, sedih, bahagia, haru, bangga, malu, menyesal, atau tersadar… Ih dulu aku cupu ya; oh aku bagusan rambutnya begitu ya; aduh jadi kangen banget nih sama mereka; eh iya aku dulu temenan sama dia, apa kabarnya ya;  ya ampun nggak banget deh!

Saya sendiri ketika membaca arsip blog jadul, jadi senyum2 sendiri, tertawa, terharu, menangis. Saya jadi menyadari beberapa hal saya yang saat menulis itu tidak saya sadari. Rasanya jadi lebih mengenal diri sendiri. Sepakat dengan Poetra, secupu2nya tulisan jadul, itu tetap jadi harta yang berharga, dan bersyukur bisa mendokumentasikannya.  Saya menyesal sempat vakum lama dari dunia blog. Saya juga sedih telah kehilangan arsip blog periode September 2002 s/d April 2006 beserta foto2 yang pernah diupload pada masa itu *hiks.

Beberapa waktu lalu saya melakukan very simple interview ke beberapa blogger populer di Indonesia. Salah satu pertanyaannya adalah, apa saja manfaat yang sudah didapat dari kegiatan blogging. Ini jawabannya.

“Karena punya blog, saya bisa jalan2 GRATIS keliling dunia: UAE, Thailand, Singapore, kota2 di Indonesia, dan yg terakhir ke Phillipines. Belum lagi endorsement produk seperti notebook, netbook, software, tiket pesawat, dan hotel. Berkat blog juga saya alih profesi menjadi travel writer, kontributor majalah, host program radio, dan sering diundang menjadi pembicara.”  -Ms. Trinity, penulis  The Naked Traveler, ngeblog sejak 2001 (private) & 2005 (public)

“Secara bisnis saya mendapatkan leads atau prospek dari pembaca blog. Personal branding pun naik; kita jadi dipercaya dan dianggap kredibel. Blog ini juga melahirkan komunitas TDA.” -Roni Yuzirman, pendiri komunitas Tangan Di Atas, ngeblog sejak 15 November 2005

“Blog is my portfolio.  OMG Consulting bahkan di umurnya 3 tahun ini tidak punya corporate website.  Saya hanya menjual ‘cerita’ dari berbagai project yang kami tangani di blog saya.  Dari ‘cerita’ ini banyak client yang saya dapat.” –Yoris Sebastian, Chief Creative Officer OMG Consulting, penulis buku Creative Junkies, ngeblog sejak Desember 2007

 “Semakin tinggi kadar influence seorang blogger, semakin banyak pula tawaran dari brand/agency yang meminta blogger untuk melakukan advertorial bagi produknya. Hal ini saya rasakan sejak tahun lalu. Juga gara-gara blog saya dibaca oleh beberapa orang marketing di beberapa perusahaan besar, membuat saya diundang untuk bercerita kepada mereka di sana. Sekalian cerita, sekalian pula saya menawarkan servis perusahaan saya. Ujung-ujungnya nggak jarang terkonversi menjadi sebuah proyek bernilai ratusan juta. Blog juga memudahkan saya untuk menulis buku. Makanya tahun 2009 kemarin bisa dengan mudah menulis 3 buku (cetak) dan 3 ebook. Blog juga membuat saya berjalan-jalan ke Jerman dan Hong Kong tahun 2009 kemarin (hampir gratis) untuk menerima penghargaan dan undangan festival.” –Pitra Satvika, pemenang Best Weblog Indonesian Language versi The BOBs Award, ngeblog sejak Juli 2005

“Manfaat dari blogging, mempertajam skill menulis, self-awareness, awareness ke lingkungan, mendapatkan uang from paid-blog posts, dan bagian dari personal branding. Efeknya pada bisnis, bisa menguatkan kepercayaan customer pada brand bisnis kita, jika ternyata ownernya ‘berkualitas’ ;)” –Aulia Halimatussadiah, pemilik Kutukutubuku.com, penulis novel dan buku2 panduan, ngeblog sejak 2003

“Blog korporat yang saya kelola berfungsi sebagai market branding, medium untuk penetrasi ke pasar, dan engagement. Dengan adanya blog, lebih memantapkan posisi perusahaan. In return, dapat banyak klien tanpa kita harus mencari.” –Nukman Luthfie, pendiri Virtual Consulting, ngeblog sejak Juli 2006

“Manfaat utama blog adalah ekspresi yang sangat dipermudah melalui blog. Nomor dua adalah akses pada komunitas, begiu ada ide bisa langsung disampaikan. Blog memperkecil jarak dengan orang lain, sehingga menjadi forum aktualisasi yang hampir sempurna.” –Wimar Witoelar, politikus, menulis di internet sejak 1990-an

Belum lagi kalau saya sebut nama Raditya Dika, Enda Nasution, Budi Putra, Pandji Pragiwaksono, Amelia ‘Miss Jinjing’ (Belanja Sampai Mati) … Yang pasti telah mendapat banyak manfaat dari sebuah blog. Mereka hanyalah beberapa contoh dari sekian banyak blogger yang telah sukses menuai hasil MINDVEST yang menguntungkan.

Iri dengan mereka? Bagus. Itu tandanya masih punya keinginan. Dengan pikiran positif, rasa iri bisa diubah menjadi motivasi. Dengan pikiran negatif, rasa iri hanya akan menjadi dengki dan benci. Yuk, sama2 motivasi diri dengan berpikir & bertindak positif.

Kalau selama ini masih menganggap ngeblog itu hanya buang2 waktu, ubah mindset! Bener buang2 waktu, kalo isinya cuma fitnah, sumpah serapah, marah2, dan hal2 negatif lainnya most of the time. Kita kan hidup bukan hanya untuk saat ini, tapi juga masa depan. Sebelum memposting hal2 negatif, pikirkan dulu efeknya. Sama seperti berpikir ribuan kali kalau mau foto mesum. Jangan sampai kesuksesan kita nanti terganjal oleh kesalahan kita saat ini (yg di masa mendatang akan menjadi masa lalu).

Harapan saya, blog dapat menjadi media abadi seperti buku. Meski ada radio/tv/internet, orang tetap butuh buku untuk dibaca. Meski ada fb, twitter, dan entah apa lagi nantinya, orang tetap butuh ngeblog & baca blog. Saya ingin, ketika saya beranjak tua dan bahkan suatu saat (pasti) mati, blog ini masih tetap ada -setidaknya di cache mesin pencari- dan menjadi prasasti bahwa saya pernah hidup di jaman ini.

Bahkan saya bermimpi membangun perpustakaan blog Indonesia sebagai warisan untuk generasi selanjutnya. Wadah di mana kita bisa mencari dengan mudah blog2 milik warga negara Indonesia, dengan komunitas yang loyal & aktif di dalamnya. Sebuah showcase bagi kita untuk menunjukkan kepada dunia internasional bahwa ini lho, banyak blog2 bagus dari sekian juta blogger di Indonesia!

Kembali lagi saya teringat kata2 Enda pada 24 Mei 2004 : "Akan enak rasanya, ketika nanti blogger Indonesia makin banyak, akan tetap ada sebuah wadah bagi para Blogger Indonesia seluruhnya, dan akan menyenangkan kalo wadah itu masih bernama Blogbugs. :)

Maka NANTI, arti sebuah blog bagi saya akan menjadi:

“Sebuah buku terbuka berisi kisah hidup, perjalanan pribadi, pandangan dan pemikiran, yang dapat dipelajari dan diambil hikmahnya oleh siapapun, yang juga berfungsi sebagai media refleksi bagi diri sendiri.”

PS : Hasil wawancara akan saya ulas lebih lengkap di lain posting ya.

Related posts