“Laki-laki itu egois? Maaf, kali ini saya tidak sependapat dengan Anda. Egois itu laki-laki, now that’s more like it.”
Itu kalimat pertama artikel yg saya baca di majalah
Elle Indonesia edisi Februari 2012, yg ditulis oleh
@jflowrighthere . Wow, provocative. I didn’t know this guy can write. All I know was he’s a musician and part of
Provocative Proactive TV show. When I checked his writings, I must admit they’re all damn good. Smart & witty. But I’m not gonna talk about him, this post is to top what he wrote about men & ego that I think should be read by all women out there. Go on… Here I quoted several lines from the article.
“We cant help it, it’s in our DNA. Bahkan ketika Tuhan merumuskan proses reproduksi manusia, Dia memberikan kami alasan untuk memiliki ego itu. Adalah sperma kami yang harus “make the first move” dan adalah sperma kami juga yang harus saling bertarung dalam “the race for life”, literally, untuk menjadi yang pertama melintasi garis finish di indung telur Anda.”
Belasan tahun lalu saat saya masih clueless tentang pria dan egonya, teman saya pernah bilang,
“Selama lo masih suka laki2, you gotta deal with their ego. Just face it.” Saat itu saya pasrah tapi penasaran, how to handle that properly sih?? Mulailah saya baca2 buku tentang men & women relationship.
Men Are From Mars & Women Are From Venus - John Gray Phd sudah seperti bible dalam hal ini. Buku-buku
H. Norman Wright seperti
Understanding the Man in Your Life dan
How to Change Your Spouse (Without Ruining Your Marriage) juga sangat membantu.
“Seperti teori sprema tadi, dari semenjak kami belum resmi beredar di planet yang sama dengan kalian, kami sudah diajarkan bahwa hidup ini adalah pertandingan. Jargon-jargon seperti “every man for himself”, “survival of the fittest” dan “the last guy standing gets the hottest chick” terus dimasukkan ke kepala kami (I invented the last one, btw) dan memaksa kami berpikir bahwa semakin sering kami mengakui inferioritas kami terhadap kalian dalam bentuk apapun, semakin berkurang kadar testosterone dalam tubuh kami. Tapi, coba saya beritahu rahasia besar ini pada Anda sekalian: Kadang kamipun lelah dengan itu semua. True, winning is fun. But even champions need a break.”
About a decade ago, I was stuck with a man with this HUGEST ego in the universe (#lebay). We were officially in a relationship for only less than 3 months, but the after-brokeup love & hate relationship took more than a year. I learned the hard way how to handle that HUGE ego. But now I can thank him so much for making me stronger than ever and make my move with other man became much easier (coz I have experienced the toughest one). At one point, he was like surrendered and put off the ego by saying,
“I hated you because you were so nice and I’m very much afraid to fall in love with you again, knowing the fact that once you dumped me and it hurts so bad”. #jawdropped
“Ego tidak selalu soal memenangi sesuatu bagi kami. Seringkali kami hanya takut kehilangan respek kalian, yang pada akhirnya akan membuat kami somehow less valuable di mata kalian. And you’ll end up leaving us, and.. wait, my ego prevents me from revealing this. Change subject. Intinya, kadang ego kami ada dan kami gunakan sebagai tameng dari suatu kegelisahan / perasaan insecure. Andaikan kami bisa peka seperti yang kalian harapkan, atau andaikan kalian bisa segamblang kami dalam menyatakan sesuatu.. ah tapi itu tidak akan menyenangkan. Percayalah, ego kami tidak dibuat untuk menyakiti Anda. Ia ada untuk menyayangi Anda, dengan caranya sendiri.”
My hubby jarang sekali secara verbal bilang “I love you”, dan lebih jarang lagi bilang “I’m sorry”. Dalam kamus pernikahan kami,
his “I love you” means “I’m sorry”. And how does he express “I love you” ? By being a good husband and a great father of our kids. That’s it, and that’s all I need :)
“PS: ELLE melakukan kerja yang hebat membujuk saya mengalahkan ego saya dan membocorkan men’s best-kept secret for centuries ini untuk anda.”
So ladies, now you are armed with this knowledge already. Don’t let men’s ego intimidate you. Challenge yourself to handle it in a smart way. I can say, a man without ego is not man enuff :)
Next, I’m gonna write about tips pdkt for women. Still inspired by
JFlow’s article in Elle (different edition). They say, a good writing is the one that can inspire you to write. So, keep on writing, Josh!
PS: Sbg tanda penghormatan, ini gw taro fotonya
JFlow yaa.. Siapa tau ada yg lupa atau belum kenal, silakan kenalan dulu. Gak gigit kok :p
