
Siapa yang secara sadar ingin jadi orang yang menyebalkan?
Siapa yang ketika lahir sudah niat, kepingin jadi pemarah?
Siapa yang sejak kecil sudah bercita2 jadi penggerutu?
Saya yakin, nggak ada.
Sama halnya ketika kami para ibu, sewaktu melahirkan anak dari rahim kami, tidak mungkin berniat untuk menjadi ibu yang cerewet, berencana suka marah-marah, menyusun strategi untuk membuat suami jengah dan tidak betah di rumah. NO.
Tapi kenyataannya, kenapa banyak perempuan yang dulunya manis ketika pacaran, namun setelah melahirkan menjadi ibu yang cerewet? Menjadi tidak sabaran, sering marah-marah? Menjadi seperti penuntut dan seolah haus perhatian dari pasangan?
Mewakili para istri dan para ibu, percayalah padaku: kami pun tidak ingin seperti itu.
Kami pun tertekan ketika menjadi seorang yang cerewet. Kami pun kesal pada diri kami ketika menjadi tidak sabaran. Kami pun sedih ketika kami marah-marah. Kami pun malu ketika harus menjadi penuntut untuk mendapatkan perhatian pasangan.
Tolong jangan bilang kami tidak berusaha. Berdoa pada Tuhan, itu sudah pasti. Berusaha lebih #selflove pun sudah. Mencintai suami dan anak2, itu juga jelas. Baca buku selfhelp, ikut seminar, workshop, bahkan ada yang kuliah lagi, you name it lah. Sudah.
But this is our confession: we really need your help to bring out the best in us.
Yes, please help bring out the best in the one you once promised to God to look after to. The one who risked her life to gave birth to your son, your daughter, your successor. The one who put on hold her career so that she can take care of them.
How? Read on the next post.
https://www.instagram.com/p/B2-_svXhF30/?igshid=6bvw15fdoex1