
Senin malam kami belanja bulanan di hipermarket. Telur termasuk dalam daftar belanjaan, tapi aku sengaja tidak beli di sana.
“Beli di tukang sayur aja, lebih fresh dan bagi2 rejeki ke abangnya.”, aku bilang ke suami. Ternyata keesokan pagi tukang sayurnya nggak jualan.
Siangnya tumben2an ada anak ini keliling door to door menawarkan telur ayam kampung seharga 3ribu per butir, ada 30 butir di plastiknya.
Ah, memang sudah rejeki anak itu.. Dan rejeki aku juga :)