
Dari dulu aku selalu bilang, kalau aku mati, aku mau dikremasi. Aku mau ragaku bebas lepas di laut menikmati sunrise dan sunset setiap hari.
Di laut mana saja bebas. Kalau bisa Santorini ya bagus, kalau tidak bisa ya Ancol pun jadi. Aku bilang, aku tidak mau tubuhku dikubur di dalam tanah.
Hingga minggu lalu…
Aku berubah pikiran. Aku bilang ke suami: aku mau dikubur, asal kita berdampingan. Dan aku hanya mau di San Diego Hills. Suami senang dan tentu saja setuju.
FYI, suami memang dari dulu bilang tidak mau dikremasi. Tapi dia tetap menghargai pilihanku dan membebaskan kemauanku. Entah dia doa apa sampai aku berubah pikiran begitu saja tanpa dirayu 😂
Jadilah hari ini, sebelum ke Bandung kami mampir ke San Diego Hills. Survey lokasi yang sangat indah, jauh dari kesan seram sebagaimana kuburan pada umumnya.
Sebelumnya kami sudah minta PA untuk riset dan kasih minimal 5 opsi sales. Dari sekian pilihan, aku putuskan bertemu Pak Iwan @sales.sandiegohills karena beliau full time dedicated to San Diego Hills sejak 2010.
Pilihanku tidak salah, karena Pak Iwan sangat responsif (penting!), informatif dan profesional. Proses berjalan lancar, kamipun melunasi 2 kavling pasangan sebelum melanjutkan perjalanan.
Oya, bicara soal persiapan kematian bukanlah hal yang tabu di keluargaku. Bukan cuma kuburan, scenario finansial jika kami meninggal pun sudah disiapkan.
Bertahun2 sebelumnya mertuaku sudah duluan omongin warisan dan beli kavling di San Diego Hills. Mamaku juga sudah mempersiapkan rumah abadinya.
Sebagaimana kata kakakku: “Selama hidup aja kita usahain buat beli rumah, wajar lah kalo buat rumah abadi udah disiapin dari jauh2 hari.“
Yang terang, sekarang aku sudah tenang dan senang membayangkan kelak akan berdampingan dengan pasangan di rumah keabadian 👩❤️💋👨
PS: foto terakhir itu kami berdiri persis di atas kavling yg dibeli 😍
#nutstory #nutsthought #nutsays #nutslyfe #sandiegohills #rumahabadi (at San Diego Hills Karawang)
https://www.instagram.com/p/CWyLrrwh6Nj/?utm_medium=tumblr