
Waktu nanya ke kalian tentang rekomendasi tempat asik di Bali, buanyak banget yang jawabnya: follow @daviddepe @depepedia aja kak, sering info tempat2 asik di Bali. Dan barusan kufollow 😊
Sebenernya tau @depepedia dari @dientb waktu info @daviddepe katanya mau nyobain teppanyaki ex bintang lima harga kaki lima di Piyungan Bantul milik paklek aku. Cuma waktu itu belum relate krn postnya mostly seputar Yogya 🙂
Nah barusan aku follow dan baca postsnya, relate banget yg WFB. Yg lebih relate lagi adalah values David soal honest review and be kind. Ohya kalo ngga salah info dari @dientb juga konon David ga bersedia paid review food, CMIIW
Soal honest review, baca di salah satu postnya David bilang nggak pernah review sebelum selesai experience di tempat itu, supaya bisa objektif kalau ada yg kurang.
Akupun begitu, kalian tau sendiri aku hampir selalu late post kalau review tempat. Kenapa? Supaya ngga bias. Maksudnya? Gini, kalo owner/staffnya tau aku rajin post trus mereka jadi istimewain aku, maka penilaianku akan bias dong.
David juga pernah post surat terbuka kepada #hambapromo to be kind to staff and owners, untuk jadi tamu yang pengertian dan ngga dikit2 komplain apalagi saat pandemi. Penting banget!
Aku ngeliat sendiri seberapa strugglenya pekerja pariwisata Bali yg terpuruk saat pandemi ini. Mereka lakukan bermacam cara untuk bertahan mati2an. So kalo ada kurang2 mari pahami ajalah. Percayalah kesusahan kalian ga seberapa dibanding kesusahan mereka untuk tetap bertahan 🥺(Meski bertanding kesusahan ga disarankan, tapi begitu faktanya).
Kemarin aku juga share di story soal wisman vs wisatawan lokal, dan mengajak teman2 untuk mau siapkan dana buat kasih uang tip ke pekerja pariwisata kita. Kalian ga pernah tau kan betapa uang tip yang kalian berikan begitu bermanfaat bagi mereka DAN keluarganya…
So, let’s be kind & thoughtful 💚
Cheers 🥂
@nuniektirta
https://www.instagram.com/p/CTn5SbYBX-D/?utm_medium=tumblr