January 20113 min read

Review 2010 & Resolusi 2011

Saat menulis ini, saya baru sadar bahwa tahun lalu (tidak seperti tahun2 sebelumnya), saya tidak membuat review 2009 dan resolusi 2010. Entahlah, mungkin karena kurang bersemangat atau karena tidak sempat. Mungkin juga karena saya agak kecewa melihat hanya 3 dari 7 resolusi 2009 yang tercapai. Jadi saya hanya menjalani tahun 2010 tanpa banyak rencana.

Ternyata, surprisingly tahun 2010 termasuk tahun yg memberi banyak perubahan bagi diri saya.

Perubahan terbesar yang paling dirasakan adalah ketika saya memutuskan untuk membuka diri dan aktif kembali di social media khususnya twitter, setelah menutup diri sejak menikah. Tak disangka, begitu banyak pengaruh positif yang saya dapatkan. Sifat twitter yang egaliter membuat saya memiliki akses berkomunikasi secara terbuka dengan mereka yg selama ini hanya saya lihat wajah dan namanya di media massa dan bahkan menjalin kerjasama.

Salah satu efek positif lainnya adalah terciptanya komunitas #StartupLokal yang menjadi wadah berkumpulnya para penggiat usaha rintisan di bidang IT/digital. Ekosistem yang telah terbentuk membuat kami saling mendukung dan maju bersama-sama. Sebagai inisiator, saya beserta Natali Ardianto, Sanny Gaddafi, dan Aulia Halimatussadiah berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi kemajuan industri startup digital/IT di Indonesia.

Dalam kehidupan berumahtangga, peran saya sebagai istri dan ibu juga banyak mengalami perubahan yang cukup berarti. Ketidakhadiran asisten rumah tangga membuat saya lebih memahami arti kerja keras, kesabaran, toleransi, dan kerjasama dengan keluarga terutama suami. Mungkin itu salah satu cara Tuhan untuk menunjukkan seberapa besar cinta yang tersisa di antara kami berdua saat menghadapi masa-masa kurang bahagia =)

Kini di tahun 2011, saya memiliki beberapa resolusi…

Dalam penampilan, saya ingin memperbaiki susunan gigi dengan memasang beghel. Sudah sejak kuliah keinginan ini ada tapi selalu maju mundur mewujudkannya karena takut tersiksa, hehehe. Tapi sekarang harus bisa!

Dalam kepribadian, saya ingin menjadi ibu yang lebih sabar menghadapi kedua balita yang terus berebut sesuatu. Saya juga ingin menjadi istri yang lebih perhatian lagi terhadap suami. Dan sebagai pribadi, saya ingin dapat lebih beraktualisasi dan mengeksplorasi potensi diri.

Dalam usaha, saya memiliki beberapa mimpi yg ingin diwujudkan. Sudah ada beberapa ide yang siap diimplementasikan. Dengan adanya bantuan tenaga kerja, dan anak kedua juga sudah mulai masuk sekolah, saya harap dapat memiliki lebih banyak waktu mengeksekusi ide-ide tsb.

Saya setuju dengan ungkapan “if you fail to plan, you plan to fail” dan “prepare for the worst, hope for the best”. Namun saya juga percaya bahwa “greater expectation leads to deeper disappointment”, jadi saya biarkan resolusi tahun ini tetap sederhana namun tetap penuh makna…