April 20115 min read

Tentang Komunitas #StartupLokal

Ditulis oleh : Nuniek Tirta Sari & Natali Ardianto

Semua berawal dari pertemuan tak sengaja pada 14 April 2010 antara Natali Ardianto, Sanny Gaddaffi, Rama Mamuaya, Aulia Masna, dan Dondi Hananto. Malam itu, tanpa janji sebelumnya, mereka bertemu di Starbucks FX Plaza. Obrolan mengalir seru hingga tengah malam tentang dunia IT dan startups, sampai barista kafe itu harus secara halus “mengusir” mereka karena sudah jam 1 pagi dan kafe harus tutup. Itu adalah embrio komunitas startuplokal, dan dinamakan #StartupLokal v.0 Kurang dari sebulan kemudian yaitu awal Mei 2010, Natali mengajak Nuniek Tirta Sari dan Sanny serta Rama untuk mengadakan pertemuan berikutnya dengan teman2 di dunia IT. Melalui twitter, mereka mulai mengundang teman2 sesama startups dan guna lebih memudahkan, digunakanlah tagar #startuplokal. Awalnya mereka berpikir paling banyak belasan orang yang datang. Tak disangka, ternyata ada 33 orang yang hadir pada malam itu! Itu adalah #Startuplokal v1, 7 Mei 2010. Untuk mempersiapkan pertemuan bulan berikutnya, Nuniek membuat milis StartupLokal di Yahoogroups. Milis ini kemudian berkembang menjadi ajang diskusi yang sangat menarik bagi sesama pelaku startups dengan lebih dari 700 anggota. Peserta di pertemuan2 berikutnya juga semakin banyak, sekitar 150-300 orang hadir di tiap meetup. Percakapan di twitter melalui account @startuplokal dan hashtag #startuplokal juga ramai dan dipantau banyak orang. Pendiri #Startuplokal disebut sebagai inisiator, awalnya hanya bertiga yaitu Natali Ardianto, Nuniek Tirta, dan Sanny Gaddaffi. Pada bulan Agustus 2010, diangkat satu inisiator lagi yaitu Aulia Halimatussadiah karena dianggap berkontribusi cukup besar pada komunitas ini. Keempat inisiator ini berusaha melakukan yang terbaik untuk komunitas startuplokal di sela kesibukan dan perannya masing2. Natali Ardianto, seorang IT expert, ayah 2 anak, menjabat sebagai Chief Operating Officer di PT Tiket Network, co-founder Golfnesia dan Urbanesia. Nuniek Tirta, seorang blogger, ibu rumah tangga dengan 2 balita, pemilik butik online HamilCantik.com, dan menjabat sebagai Community Manager di Fimela.com. Sanny Gaddaffi, serial developer, ayah 2 anak, menjabat sebagai Chief Technology Officer Sixreps.com, dan Developer Relations Nexian. Sedangkan Aulia Halimatussadiah, penulis dan entrepreneur, pendiri KutuKutuBuku.com & NulisBuku.com dan beberapa startups lainnya. Layaknya sebuah tim, perdebatan, miskomunikasi, perbedaan pendapat pun seringkali ada. Apalagi, keempat “dragon” ini memiliki ego yang sama. Namun semua itu dapat diredam dengan mengutamakan kepentingan komunitas di atas kepentingan pribadi. Sejak awal berdirinya, #Startuplokal mempunyai misi untuk membangun ekosistem startups yang solid, saling support, dan maju bersama-sama. Jika pada awal berdirinya Startuplokal, kami sangat sering menerima pertanyaan “apa itu startup? apa bedanya dengan startuplokal?”, kini sudah jarang terdengar, dan mungkin dalam tahun2 ke depan pertanyaan itu tak akan terdengar lagi karena setiap orang sudah tau apa itu startup, seperti mereka tau apa itu email atau blog. Bukan hanya itu, meskipun dengan minimnya dukungan pemerintah, komunitas ini dapat membuktikan bahwa startups di Indonesia dapat maju bersama-sama membangun bangsa. Saat ini komunitas-komunitas startups di Indonesia sedang melalui tahap Infancy. Namun selama satu tahun terakhir, ekosistem startups di Indonesia bertumbuh secara eksponensial. Ini terlihat dari menjamurnya startups dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Sebagai contoh adalah group buying deal site yang juga sering disebut groupon clone, saat ini telah mencapai 31 situs yang tercatat di basis data kami. Kontribusi terbesar komunitas #Startuplokal saat ini adalah sebagai melting pot antara founder, developer, media dan investor. Contohnya adalah banyak CEO yang menemukan CTO-nya dari komunitas #Startuplokal ini. Investor seperti GDP Venture yang merupakan anak perusahaan Djarum juga sudah lebih dari tiga kali hadir di meetup ini. Relasi media juga makin dekat dengan lebih dari 57 jurnalis dari berbagai media hadir selama meetup kami setahun terakhir. Salah satu milestone terbesar kami adalah dengan dibuatkannya kolom khusus untuk #StartupLokal di Kompas.com, dengan alamat situs http://tekno.kompas.com/startuplokal . Ini menunjukkan ketertarikan media yang sangat besar terhadap startups pada umumnya dan komunitas #Startuplokal khususnya. Startuplokal juga dianugerahi penghargaan sebagai salah satu komunitas berpengaruh positif oleh The Marketeers yang diserahkan oleh Pak Hermawan Kertawijaya. Selain itu, keempat inisiator diundang ke Irlandia oleh Enterprise Ireland sebagai perwakilan startup di Indonesia, untuk melakukan “studi banding” dengan ekosistem startup di Irlandia. Saat ini kami sedang dalam proses pembuatan Yayasan Startups Indonesia atau The Indonesia Startups Foundation. Tujuan yayasan ini adalah sebagai inkubator untuk para startups dalam mengembangkan produknya. Di yayasan ini, investor dapat melakukan investasi melalui kami dimana kami akan melakukan mentoring dan reporting kepada investor mengenai startups yang mereka invest. Di sisi startups, kami menyediakan accounting, legal, project manager, pengembangan pasar dan marketing yang bertujuan agar startups tersebut tetap lean (ringan atau kecil) sehingga mereka tidak terlalu cepat membakar uang investasi dan bisa fokus ke pengembangan produknya saja. Dalam kurun waktu satu tahun kedepan, diharapkan kami dapat mengfinalisasi hackerspace kami. Hackerspace adalah sebuah area atau ruangan yang berisi beberapa startups di satu atap. Tujuan dari hackerspace ini tentunya untuk meningkatkan atmosfir entrepreneurship antar startups dan dapat saling membantu dan berinteraksi satu dengan yang lainnya secara langsung. Saat ini sudah ada beberapa lokasi yang telah menawarkan tempatnya, namun kami sedang mencari sponsor agar kami bisa melakukan subsidi untuk sewa tempat tersebut. Dalam jangka panjang, kami ingin agar ekosistem startups di Indonesia khususnya di Jakarta menjadi semakin kuat dan solid, sehingga terbentuk Silicon Valley di South East Asia atau bahkan Asia. Tentunya impian ini baru bisa tercapai jika semua pihak yang terlibat, baik itu investor, startups dan media berkolaborasi dan mengsupport satu dengan yang lainnya.