March 20131 min read

Thought via Path

Mimpi apa aku semalam sampe bisa mimpi rumah digusur (eh, kalimatnya ada yg salah.. :)). Jadi pas pulang tau2 semua rumah di jalan Wayabula sudah dibumiratakan tanpa pemberitahuan apalagi penggantian. Ya jelas semua warga kebingungan, ini kita tinggal di manaaaa? Terus, barang2 kita pada ke manaaaa?? Trus aku lead sesi diskusi antara warga dengan orang pemerintahan, konon area kita itu mau dijadiin jalan tol yg tembus ke pondok indah. Meski dongkol, aku masih aja berusaha senetral mungkin dengan bilang, “Sebelum diskusi dimulai, ada baiknya kita mengerti posisi masing2. Ibu Yuli dan Mbak Susi di sini hanyalah mewakili pemerintah, bukan pengambil keputusan. Jadi jangan menghakimi mereka, don’t kill the messengers.”

Mimpi yg absurd. (Tapi mimpi2ku mana pernah nggak absurd) – Read on Path.