
Sekitar 1995-1998, ada anak Sekolah Menengah Kejuruan jurusan Sekretaris di kawasan Kebayoran Baru, yang setiap hari pulang sekolah jalan kaki 1 KM ke terminal Blok M.
Di tengah teriknya matahari pukul 1-2 siang hari, anak itu seringkali sengaja melewati kawasan pertokoan Pasaraya untuk menikmati AC. Maklum, di rumahnya tidak ada AC 😁
Sambil lewat, sering lihat2 dan ngintip harga barang di sana, sambil dalam hati terhenyak: “Hah, emang ada yg mau beli tas harga 300ribu?” Maklum, uang jajannya cuma 3 ribu 😜
Lanjut ke Gramedia di belakang Pasaraya, anak itu ngadem lagi sambil melihat2 dan numpang baca buku dan majalah terbaru tapi nggak pernah beli apapun. Maklum yaa, belum mampu 😅
Setelah puas membaca, anak itu menuju terminal Blok M dan naik bus Metromini nomor 75 jurusan Pasar Minggu dan turun di Mampang, dengan ongkos pelajar 100 perak.
Fast forward to 21-24 years which is today..
Tanpa rencana ke sana, “anak” itu belanja baju batik kembar keluarga di Pasaraya seharga 4 kali lipat dari harga tas yg dulu dilihatnya, karena bungsunya kehabisan batik untuk sekolah.
Sulungnya perlu beli buku UUD maka tanpa rencana juga, ia ke Gramedia di belakang Pasaraya sambil belanja buku, alat2 tulis, dan keperluan sekolah lainnya.
Setelah selesai, dia tidak lagi menuju terminal Blok M untuk naik Metromini, melainkan ke petugas valet parking Pasaraya kemudian naik Mercedes yang dikemudikan suaminya menuju tempat ibadah minggu mereka.
Di dalam rumah ibadah, “anak” itu tak henti2nya bersyukur atas segala nikmat kemudahan kesehatan dan kesejahteraan yg telah Tuhan anugerahkan kepadanya dan keluarganya.
Sesuai janjiNya, segala sesuatu indah pada waktunya ❤️
#nutstory #nutsfamily #nutslyfe #nutstyle #nutsplace #pasaraya #gramedia #blokm #jakarta #indonesia #family (at Pasaraya Blok-M)
https://www.instagram.com/p/B14HRE9Bld8/?igshid=w4404y8d8hbm