
Pulang ibadah kebaktian dan makan malam, baru tahu ada tetangga yang meninggal. Sampai rumah langsung ganti baju hitam, melayat dan ikut tausiyah.
.
Uniknya, baik pak pendeta maupun pak ulama, bicara topik yang sama: anxiety and anger (rasa khawatir dan amarah). Konteksnya, khotbah pendeta tentang pertobatan, sedangkan tausiyah ulama tentang menyikapi duka cita.
.
Tentang anxiety, pendeta memberikan surat Filipi 4 ayat 6: “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.”
.
Sedangkan pak ulama memberikan QS. Ali Imran: 134): “(Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.”
.
Sedangkan soal amarah, pendeta berkata: “boleh marah, tetapi jangan memelihara amarah.” Dan pak ulama berkata: “marah itu wajar, yang ngga wajar kalau marah berlebihan”. Nggak janjian tapi senada!
.
Terima kasih Tuhan untuk pencerahan hari ini melalui bapak pendeta dan ulama. Semoga kita semua diberi khidmat syukur, dijauhkan dari khawatir dan amarah. Happy Sunday, GBU all ❤️
.
PS: foto yang pertama dari google karena tadi ga ada foto yang proper 😁 Dan mencatatnya di buku Pak @josefbataona karena tadi gak bawa buku agenda 😅
.
#nutstory #nutsinfo #nutsays #nutslyfe (at GKI Pondok Indah)
https://www.instagram.com/p/Brc8VQIgIId/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=1x1ngul0qhrnz