
Seringkali manusia hanya mau dimengerti tanpa mau mengerti.
Hari ini bandara Halim ditutup beberapa jam karena dirgahayu AURI. Otomatis hampir semua penerbangan ke sini delay lama.
Ruang tunggu bandara penuh sekali dengan calon penumpang. Saat yang asik buat saya untuk mengamati perilaku manusia.
Semua dihadapkan pada satu masalah yang sama: pesawat yg terlambat lama. Tetapi reaksi yang dihasilkan bisa jauh berbeda2.
Saya dan suami santai menunggu karena mengerti ini bukan salah airlines, bukan salah bandaranya, bukan salah siapa-siapa.
Memang begitulah konsekuensi berangkat dari Halim, bandara milik TNI AU tapi diperbantukan karena Soetta sudah overload.
Jadi kalau booking pesawat dari Halim, seharusnya sudah paham dulu kalau kita ini numpang lewat. Kuasa penuh ada di @_tniau .
Tapi banyak sekali orang2 yang tidak mau tau: marah2 ngamuk2 pada petugas airlines yang kerja super keras untuk membantu.
Tidak sedikit calon penumpang yang bertingkah sangat tidak sopan karena frustasi yang ditujukan salah sasaran.
Sungguh saya merasa kasihan pada petugas yang bekerja super keras dengan penuh kesabaran menghadapi orang2 tersebut.
Terutama mas kru @batikair ini yang terlihat letih tapi tetap sabar menghadapi orang2 yg menuntut dimengerti tanpa mau mengerti.
Semoga masnya dan segenap tim operasional airline yang bertugas di bandara Halim hari ini diberi apresiasi setimpal oleh company.
#nutsays #nutstory #nutslyfe (at Halim Perdanakusuma International Airport)