February 20171 min read

“Aku punya mimpi kak”, kata Frida

“Aku punya mimpi kak”, kata Frida.

“Apa itu?” jawabku.

“Aku ingin rumah kami bisa menampung lebih banyak anak tak mampu yang masih mau kuliah.”

Saat ini, mereka baru bisa menampung 2 mahasiswa kurang mampu dari pelosok.

Satu mahasiswi yang mereka tampung ialah penyintas kekerasan.

Meski punya masa lalu kelam namun ia mampu bertahan dan bangkit.

Satu lagi dari Nias, bahasa Indonesianya masih kurang lancar.

Kami terpingkal2 saat diceritakan tentang kisah permintaannya:

“Ka, saya butu buku peta-peta”
“Buat apa butuh peta? Harus ke toko buku.”
“Bukan ka. Buku kota-kota.”
“Cemmana pula buku kota-kota?”

Besoknya dia pulang membawa robekan buku.. kotak2 sodara2!

Sebab orang Nias asli gak bisa lafal konsonan di akhir kata 🤣🤣🤣

Suamiku bilang, kita harus bantu nurture bisnis mereka supaya mereka bisa bantu lebih banyak mahasiswa.

Aku bilang siap, aku mulai bantu dengan cara belanja authentic branded bag & stuff di @chelsea_butik deh 💃🏻

#nutsfriends #nutslyfe #nutstory #nuniektirta (at Si Bolang Durian)