November 20152 min read

Life Skill for Kids

Life Skill for Kids

Saya setuju banget dengan tulisan Adhitya Mulya tentang Life Skills untuk anak2, dan saya punya cerita sendiri soal ini.

Waktu main ke rumah, bude Inggiarti Aeng bingung. Ini dapur apa warung? Milo, energen, kopi dipajang di bawah rak gantung. Belum lagi gula, teh, saos, sereal, mesis, dll. Saya bilang ini sengaja supaya anak2 bisa bikin minuman dan sarapan sendiri setiap saat. Tak jarang bahkan mereka inisiatif bikin minuman hangat buat saya untuk menghilangkan penat.

Begitu pun dengan peralatan makan, semua yang non beling ditaruh di lemari bawah yang bisa mereka jangkau dengan mudah. Jadi kalau mau makan atau minum mereka bisa ambil sendiri tanpa harus dilayani bak tuan putri. Saya juga tidak suka anak2 makan disuapi. Si adik bahkan tidak mau disuapi sejak bisa pakai sendok garpu sendiri di usia 8 bulan.

Dulu waktu masih ada pembantu full time, saya sering tegur karena ia suka kerajinan mandiin anak2. Alasannya supaya cepat dan nggak telat berangkat, juga takut mandinya nggak bersih. Niatnya baik sih, tapi buat saya itu nggak mendidik. Ya biarkan aja anak2 belajar gimana caranya atur waktu biar nggak terlambat, bukan dengan memberi mereka jalur cepat. Soal bersih atau nggak, kan bisa dicek setelah selesai, tapi jangan mengambil alih tanggung jawab pribadi mereka untuk mengurus dirinya sendiri.

Setiap hari anak2 menyiapkan buku dan seragam sekolahnya sendiri. Begitu pun dengan PR, sebanyak apapun, secapek apapun, wajib dikerjakan sendiri, meski harus begadang sampai jam 2 pagi (beneran!). Kalau ada yang kurang atau ketinggalan, mereka berani tanggung konsekuensi. Saya ngga mau mereka melimpahkan tanggung jawab, tergantung pada orang lain, atau bahkan menyalahkan orang lain atas kesalahannya, karena kebiasaan itu bisa terbawa sampai dewasa, dan itu bahaya..