
Mengantarkan kakak pertamaku Rina Kusuma yang berangkat ke London untuk kuliah di UK dari beasiswa Chevening selama setahun ke depan.
Keberangkatan yang penuh drama karena harus membujuk kedua anaknya yang menangis di rumah, sampai kakak hampir menyerah dan sempat berpikir untuk batal berangkat saja.
Kakak adalah salah satu orang paling tegar dan paling sabar yang pernah aku kenal. Di tengah prahara rumahtangganya kakak masih mampu untuk maju dan selalu berpikiran positif.
Dalam meraih cita-cita, jangan pakai kata pengorbanan, tapi pakai kata perjuangan. Sebab kakak tidak mengorbankan keluarga, tapi memperjuangkan mereka untuk kehidupan yang lebih baik lagi.
Maju terus kak, I’d do whatever I could do to support you. – View on Path.