
Ketika kasus pembunuhan ini terungkap, saya sangat prihatin pada ulah media yang tanpa nurani mengumbar nama lengkap korban dan mencomot foto2 almarhumah dari akun media sosialnya, bahkan saya menemukan foto korban saat ditemukan (meski diblur tapi masih jelas terlihat).
Perlu diingat, korban adalah seorang Ibu yang memiliki 2 orang anak usia SD. Yang anak2 tak berdosa ini tahu hanyalah Ibu mereka meninggal karena sakit (keluarga merahasiakan penyebab sebenarnya). Jika suatu hari, didorong oleh kerinduan dan rasa penasaran, anak2 ini menuliskan nama ibu mereka di mesin pencari, apa yang terjadi?
Bayangkan, betapa hancur hati mereka. Bukan hanya marah dan sedih tak terkira mengetahui bahwa Ibu mereka dibunuh secara keji, tapi yang paling saya khawatirkan adalah mereka bisa jadi membenci Ibu yang telah melahirkan mereka akibat mempercayai begitu saja tulisan media yang dibuat hanya berdasarkan pengakuan tersangka semata.
Jika itu sampai terjadi, maka jurnalis yang menulis berita2 tersebut bertanggungjawab dalam menjadikan seorang anak yang tidak tahu apa2 menjadi anak yang durhaka. Jadi, teman2 media, bijaklah dalam menulis berita, berimbanglah dalam mengungkapkan fakta, jangan hanya mengejar traffic semata!
Ditulis oleh Ibu 2 anak yang prihatin,
Nuniek Tirta Sari
16 Agustus 2015 – View on Path.