June 20162 min read

Solo traveling ke Malang hari ini diawali dengan sowan ke tempat Mbak…

Solo traveling ke Malang hari ini diawali dengan sowan ke tempat Mbak Lettisa Dyah Sukma Wardhani langsung setelah mendarat jam 9 pagi di Bandara Abdulrahman Saleh, Malang.

Kenal Mbak Tisa ini persis di awal Ramadhan tahun lalu, dikenalin Mbak Indah Ariani. Waktu itu aku cari fotografer profesional untuk candid aku dan keluarga saat jalan2 ke Kota Batu.

Alasannya waktu itu sederhana: males foto2 sendiri. Karena suami ga terlalu hobi. Untung ada Mbak Tisa, jadi hasil jalan2 keliling Jatim Park Group terdokumentasikan dengan indah 😊

Mbak Tisa ini sangat ramah dan easy going and can get along with my kids. Jadi setelah kerjaan selesai kita tetap keep in touch sampai sekarang, apalagi kalau aku ke Malang.

Hari ini, aku diajak keliling rumah sekaligus studio fotonya yang terletak di Jl. DI Pandjaitan, persis di sebelah pintu masuk Universitas Brawijaya, berdiri di atas tanah seluas 800 m2 sejak tahun 1950an!

Bersama temannya yang datang dari Surabaya, aku diajak makan siang bakso malang Mas Gun di Jl. Kawi. Udah dari Jakarta nih ngidammya, maklum saya kan #baksomalangjunkie 😋

Dari sana mampir ke rumah opanya di perempatan jalan Brigjen Katamso. Rumah tua itu dulunya adalah pabrik sekaligus toko roti. Sayang harus tutup sejak 2008 karena tidak ada yang meneruskan bisnisnya.

Ternyata opanya sedang makan siang dengan teman2nya di restoran Raja Raja dan kami pun diajak gabung ke sana. Setelah kekenyangan bakso malang, masih bisa nyemil kerang 😁

Jangan dikira nongkrong dengan opa2 ini garing, karena mereka nyentrik dan kocak abis! Saya ngakak berkali2 denger cerita2 mereka. Dari soal jajanan sampai bypass dan bor otak 😂

“Umur segini tuh bonus. Mau mati sekarang apa besok sama saja. Gak pusing lagi mikirin kolesterol. Apa itu kolesterol?” ~ Opa nyentrik yang pernah koma lama (usia 76 tahun)

Thank you Tisa for today! 😘

Minggu, 5 Juni 2016
Nuniek Tirta Sari ~ #MalangTrip