Ketika Ibu Menteri Selonjor Bareng Twitter Influencers

August 24th, 2010


Kemarin malam (Minggu, 22 Agustus 2010) saya berkesempatan hadir di rumah Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Ibu Mari Elka Pangestu, untuk berbuka puasa bersama teman-teman #LoveCabe. Apa itu? Singkatnya, #LoveCabe adalah sekumpulan twitter influencers yang digagas oleh Uni Lubis. Kalau tidak salah ingat, mulanya dari acara bukber dgn Jusuf Kalla awal ramadhan ini.

Meski agak ragu karena Vica belum sembuh benar (Sabtu kemarin panasnya sampai 39,9 karena radang tenggorokan dan amandel bengkak), ditambah lagi sedang agak kurang sehat dan bad hair day pula (mana sempatlah ke  salon), namun dengan outfit seadanya saya memutuskan untuk tetap berangkat. Sayanglah jika saya melewatkan kesempatan baik ini.

Keputusan yang tepat. Di rumah dinas Ibu Mari di Jl. Widya Chandra, I was having quality time gathering with selected twitter users.  Ada siapa saja? Berikut ini di antaranya yg sempat ngobrol bareng (dan sedikit tanya2 ke Ollie, itu siapa, ini yg mana, hehe), mohon maaf kalau banyak yg terlewat:

1.       Penggagas acara Uni Lubis beserta kru AnTV-nya

2.       Pemilik Nabila Florist, Fahira Idris yg cantik (tapi jago nembak lho! *serius)

3.       Penulis yg juga pemilik KutuKutuBuku, Ollie

4.       Astrid si AkuSukaMasak

5.       Yoris Sebastian, sang Creative Junkies

6.       Nukman Luthfie, founder & CEO Virtual Consulting & Juale

7.       Iim Fahima, inspiring woman behind many successful brand campaign via socmed

8.       Adhitia Sofyan, award-winner of ICEMA as Favorite Singer-Songwriter and Favorite Solo Artist

9.       Raditya Dika si Kambing Jantan, a blogger who turns to be a celebritweet

10.   Dian Noeh, Vice President Weber Shandwick Indonesia yg baru saja tampil di Femina terbaru

11.   Daniel Rembeth, CEO The Jakarta Post

12.   Tenik Hartono, Pemimpin Redaksi AyahBunda

13.   Petty S Fatimah, Pemimpin Redaksi  Femina

14.   Pungkas, yg konsisten dengan #twitalk nya setiap Kamis malam

15.   Natalia Tanyadji, pemilik Mama Ice Cream (sayang saya nggak kebagian es krimnya)

16.    Ainun ChomsunPasarSapi”, Kepala Sekolah #AkademiBerbagi

17.   Leonita Julian, “LeoniSecret

18.   Ventura Elisawati, PR practitioner

19.   Raravebles

20.   Eny FirsaBlanthik_ayu
Nadya Jeska Kamka, owner of MagnoliaRose Goodie Bags

Setelah bersantap  dan sholat (bagi yg muslim), acara diskusi santai dibuka oleh Mbak Uni selaku moderator. Kemudian Ibu Mari mempresentasikan tentang “Pentingnya Social Media Networking Dalam Strategi Komunikasi Kemendag”.

Selesai presentasi, Bu Mari tanpa ragu ikut duduk selonjor bareng kita di karpet. Jarang-jarang lesehan bareng menteri nih, hahaha… Saya sambil ngemil rambutan dan manggis pula =D

Saat sesi tanya jawab dibuka, saya langsung menjadi penanya pertama. Saya perkenalkan #StartupLokal, kegiatan meetupnya setiap bulan, dan bertanya apa kira-kira yang bisa Kementrian Perdagangan bantu untuk memajukan #StartupLokal sebagai bagian dari industri kreatif Indonesia. Saya jelaskan juga antusiasme besar justru datang dari investor luar seperti Jepang dan Singapura, sementara investor lokal saat ini masih sulit dicari.

Ibu Mari menjawab (kurang lebih, sepanjang ingatan saya), “Pertama tugas kita mengedukasi pebisnis yg mau invest ke dunia digital & IT, karena kendalanya bisnis ini intangible. Harus diakui, bisnis yg intangible are not bankable. Kedua, Indonesia harus menciptakan lembaga appraisal untuk startups yang bisa membantu para investor untuk melihat mana startups yang patut untuk diinvest.”

Terkait jawabannya yg kedua, saya langsung menginformasikan kepada beliau: “Kami memang sedang dalam proses mendirikan Yayasan Startup Indonesia sebagai wadah #StartupLokal dan gerbang untuk investor yg butuh rekomendasi terpercaya Bu.” Bu Mari langsung menjawab, “Bagus, kami dukung.” Saya tidak berharap banyak tapi bolehlah saya senang, setidaknya sounding tentang rencana berdirinya Yayasan Startup Indonesia ini sudah sampai langsung ke Mendagri dan ditanggapi positif. Berbeda ketika bulan lalu Mas Kuncoro menyebut soal #StartupLokal di blog ini ke Menkominfo, ybs hanya menanggapi “Foto-fotonya bagus” #Hyaaa. Mungkin menurut ybs blokir memblokir lebih penting dibanding memajukan potensi #StartupLokal ya. Mungkin lho…

Selanjutnya pertanyaan bergulir satu persatu, tidak semuanya saya ingat. Beberapa di antaranya:

Pungkas: “Di sini hadir para opinion leader twitter. Kira2 apa yang ibu harapkan dari kami?”
Bu Mari: “Kita kadang kurang percaya diri dengan kehebatan bangsa sendiri. Padahal banyak sekali potensi2 luar biasa yg bisa dibanggakan. Gerakan 100% CINTA INDONESIA bisa dimulai dengan mentweet setidaknya sehari sekali tentang budaya khas Indonesia, baik itu makanan, tarian, lagu.”

Saat ditanya mengapa Bu Mari tidak membuat account twitter, dan didesak untuk membuatnya, beliau menjawab: “Kalau saya mau punya twitter, saya harus sudah punya strategi. Serius mengelolanya. Sesuai objective diinginkan”

Pertanyaan titipan dari Mbak Vera Makki (sayang banget nggak bisa dateng, pdhl pengen ketemu!): “Apa cita2 ibu thd industri kreatif, target 5thn ke dpn? Optimis akan tercapai? Alasannya?”
Jawaban Bu Mari: “Target pertumbuhan industri kreatif ke depan diharapkan mencapai 7,3%. Tahun ini budget 30 milyar di Kemendag untuk industri kreatif.”

Dibacakan pula tweet2 titipan yang sekiranya penting disampaikan. Dan tweet yang mendapat applause paling riuh adalah yg satu ini:

Kemalarjad Bu #MariEP biar efektif dan 1 Policy, industri Kreatif sebaiknya di bawah 1 Dept. Saat ini Jero Watjik + Tifatul bisanya cuma berpolitik

Saat tanya jawab berlangsung, saya lihat sayang sekali layar & projector nganggur. Saya dekati staff bu menteri dan menyarankan untuk memasang VisibleTweets supaya tweets dengan hashtag #MariEP bisa muncul di layar. Begitu berhasil, tweet pertama yg muncul adalah:

radityadika Salah kostum.. -___- RT @pasarsapi: ..@radityadika khusu’ dzikir di pengajian #lovecabe. Pake batik! Catet! #MariEP

Dan yak! Sukses mengganggu khidmatnya acara, saat Pak Nukman bersuara. Huhuh. Maafkan ^,^v

Kemudian isi layar tampak baik-baik saja, dengan livetweet tertib dari para partisipan. Sebelum akhirnya muncul tweet yang berkali-kali disesali Radityadika di bawah ini:

radityadika Yang mau nanya2 ke Ibu Mari Pangestu, silakan nanya dgn hastag #MariEP. Nanti muncul di layar di depan kami sekarang. :)

Langsung, tweet2 aneh dari groupies-nya RadityaDika datang bertubi-tubi. They are mostly ababil, hashtag abuser. Radith pun tertunduk malu, sembunyi di belakang Ollie, sambil merutuki diri sendiri: “Salah banget gw ngetweet itu. Sumpah gw malu banget. Nggak lagi2 deh.” Gyahahaha…

Seberapa parahnyakah? Abisss. Radith beberapa kali menunjukkan isi tweet di blackberry-nya ke saya yg duduk di sampingnya. Isinya? Asli malu-maluin lah pokoknya. Saya menahan tawa sampai keluar air mata dibuatnya. Beneran deh, lain kali kalau Radith hadir di acara social media, harus diingatkan dulu supaya jangan ngetweet dengan hashtag resminya. Dulu waktu sama2 hadir di press conference Indonesian Youth Conference #IYC dan Social Media Day Jakarta #SMDayJkt juga gitu =D

Anyway, acara hari itu ditutup dengan… apalagi kalau bukan foto bersama =) Maafkan saya sedang tidak banci foto sama sekali hari itu, jadi hanya ada 2 foto dan jelek semua. As I said, mind my messy hair and shabby look. I was definitely not looking good that day, due to first day period and bad hair day >.<


Entries (RSS) and Comments (RSS).
hamilcantik.com

http://www.keuanganpribadi.com

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia
Site Meter